Pengabdian

Pendukung Terapi Non-Farmakologi Menulis Ungkapan Syukur pada Buku Syukur Beta (BSB) untuk Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Prolanis

apt. MARIA PHILOMENA ERIKA RENGGA, S.Farm., M.Farm-Klin. · S1 - Farmasi

Deskripsi Proyek

Tujuan Kegiatan:
1. Menjadikan kebiasan menulis ungkapan syukur setiap hari dalam BSB sebagai alternatif utama terapi non-farmakologi pada pasien DM, khususnya DMT2 di Prolanis.
2. Membantu mengontrol nilai HbA1c pasi

Ringkasan Kegiatan:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diawali dengan pengenalan kegiatan dan proses perijinan di Klinik Kupang Graha Medika sebagai tempat pelaksanaan kegiatan. Perjanjian kerjasama atau kesepakatan akan dilakukan (jika memungkinkan) dengan Laboratorium Prodia sebagai tempat dilaksanakannya pemeriksaan nilai HbA1c. Pasien DMT2 yang aktif dan rutin kontrol di Prolanis serta melakukan pemeriksaan HbA1c yang akan menjadi peserta kegiatan. Seluruh peserta kegiatan akan diberikan BSB sebagai instrumen yang digunakan dalam tatalaksana terapi non-farmakologi, selain yang telah dilakukan selama ini.
Teknis pelaksanaan kegiatan ini akan dimulai dengan melakukan sosialisasi kepada penderita DMT2 mengenai terapi non farmakologi lain yang dapat dilakukan selain dari yang sudah sering disampaikan oleh penanggungjawab Prolanis atau tenaga kesehatan (Nakes) lain yang bertanggungjawab dalam perawatan dan edukasi, yaitu menuliskan ungkapan syukur secara rutin setiap hari di dalam BSB. Sosialisasi akan dilakukan pada bulan November 2021 bersamaan dengan pengambilan data HbA1c pre-kegiatan, yang disesuaikan dengan jadwal pemeriksaan HbA1c pasien DMT2 di Prolanis Klinik Kupang Graha Medika. Setelah itu akan dilakukan follow up secara rutin sebanyak dua kali seminggu selama satu bulan, untuk membentuk kebiasaan menulis ungkapan syukur pada BSB. Pada minggu ke-dua Desember 2021 akan dilakukan pengecekan isi BSB selama 1 bulan pertama sekaligus memberikan informasi kembali terkait dengan manfaat menulis ungkapan syukur setiap hari dalam menurunkan angka kesakitan (morbiditas) dan mendukung terapi farmakologi yang selama ini diresepkan, serta edukasi lain yang dibutuhkan pasien DMT2. Setelah satu bulan berjalan, follow up akan dilakukan setiap dua minggu hingga pemeriksaan HbA1c kembali dilakukan, yaitu pada bulan Februari 2022.
Setelah pelaksanaan kegiatan berakhir, akan dilanjutkan dengan penyusunan laporan akhir pertanggungjawaban kegiatan dan pelaksanaan evaluasi jangka pendek dan panjang untuk mencapai tujuan kegiatan yang telah disampaikan sebelumnya. Hasil pemeriksaan HbA1c pre dan pasca kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat menjadi bukti pendukung, selain hasil penelitian dengan judul yang sama yang telah dilakukan (Rengga & Stefani, 2020), untuk dapat dijadikan dasar pengusulan kegiatan menuliskan ungkapan syukur pada BSB sebagai tambahan pilihan dalam tatalaksana terapi non farmakologi DM, khususnya DMT2.