VIDEO-BASED DISCUSSION DENGAN INTEGRASI EMOTION DETECTION PADA PLATFORM PEMBELAJARAN DARING: DAMPAKNYA TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN KEPERCAYAAN DIRI DILIHAT DARI KETERLIBATAN EM
GERLAN APRIANDY MANU, ST.,MKom · S1 - Pendidikan Informatika
Deskripsi Proyek
Pembelajaran daring di pendidikan tinggi masih menghadapi tantangan
berupa rendahnya interaksi bermakna, terbatasnya ekspresi akademik mahasiswa,
serta belum optimalnya pengembangan kemampuan berpikir tingkat tinggi dan
kepercayaan diri akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain
pembelajaran dan platform daring berbasis Video Based Discussion terintegrasi
Emotion Detection (VBD-ED), serta menguji dampaknya terhadap Higher Order
Thinking Skills (HOTS) dan kepercayaan diri akademik mahasiswa ditinjau dari
keterlibatan emosional. Penelitian menggunakan Design-Based Research untuk
pengembangan platform VidemoCourse dan kuasi eksperimen dengan desain
faktorial 2×2. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester 1 pada mata kuliah
Interaksi Manusia dan Komputer. Kelas eksperimen menggunakan strategi VBD
ED, sedangkan kelas kontrol menggunakan Text-Based Discussion (TBD).
Instrumen penelitian meliputi tes HOTS, skala kepercayaan diri akademik, dan
skala keterlibatan emosional. Data dianalisis menggunakan MANOVA untuk
menguji pengaruh secara simultan, kemudian dilanjutkan dengan uji univariat
dalam model faktorial 2×2 untuk menguji efek utama dan interaksi masing-masing
faktor.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara multivariat, strategi
pembelajaran berpengaruh signifikan terhadap kombinasi gain HOTS dan gain kepercayaan diri akademik mahasiswa, dengan Wilks’ Λ = 0,879; F(2,73) = 5,042;
p = 0,009. Keterlibatan emosional juga berpengaruh signifikan secara multivariat
terhadap kedua variabel dependen tersebut, dengan Wilks’ Λ = 0,865; F(2,73) =
5,702; p = 0,005. Namun, interaksi antara strategi pembelajaran dan keterlibatan
emosional tidak signifikan secara multivariat, dengan Wilks’ Λ = 0,984; F(2,73) =
0,575; p = 0,565. Secara univariat, strategi pembelajaran berpengaruh signifikan
terhadap gain HOTS, dengan F(1,74) = 6,938; p = 0,010, dan terhadap gain
kepercayaan diri akademik, dengan F(1,74) = 4,188; p = 0,044. Temuan ini
menunjukkan bahwa mahasiswa yang belajar menggunakan VBD-ED memperoleh
peningkatan HOTS dan kepercayaan diri akademik yang lebih baik dibandingkan
mahasiswa yang belajar menggunakan TBD. Sementara itu, keterlibatan emosional
tidak berpengaruh signifikan terhadap gain HOTS, dengan F(1,74) = 0,550; p =
0,461, tetapi berpengaruh signifikan terhadap gain kepercayaan diri akademik,
dengan F(1,74) = 11,373; p = 0,001. Adapun efek interaksi strategi pembelajaran
dan keterlibatan emosional tidak signifikan terhadap gain HOTS, dengan F(1,74) =
0,010; p = 0,920, maupun terhadap gain kepercayaan diri akademik, dengan F(1,74)
= 1,126; p = 0,292. Secara pedagogis, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa
VBD-ED lebih efektif dibandingkan TBD dalam mendukung perkembangan
kemampuan berpikir tingkat tinggi dan kepercayaan diri akademik mahasiswa
dalam pembelajaran daring. Strategi berbasis video memberi ruang lebih besar bagi
mahasiswa untuk mengartikulasikan gagasan, menampilkan ekspresi diri, dan
membangun kehadiran sosial dalam diskusi akademik. Di sisi lain, keterlibatan
emosional tampak lebih erat kaitannya dengan aspek afektif, khususnya
kepercayaan diri akademik, dibandingkan dengan HOTS. Tidak ditemukannya efek
interaksi menunjukkan bahwa efektivitas strategi VBD-ED cenderung bekerja
secara relatif stabil pada mahasiswa dengan tingkat keterlibatan emosional yang
berbeda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa strategi VBD-ED berpotensi
memperkuat pembelajaran daring yang lebih adaptif, interaktif, dan berpusat pada
mahasiswa. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan
pembelajaran berbasis teknologi, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi
dosen dan perguruan tinggi dalam merancang pembelajaran daring yang lebih
bermakna untuk mengembangkan hasil belajar kognitif dan afektif mahasiswa.